17 Agustus 2015 di Daarul Ukhuwwah

web1 web3

Malang… Tepat pada tanggal 17 Agustus 2015 adalah hari bersejarah bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Hari Kemerdekaan indonesia yang ke 70. Semua masyarakat indonesia menyambutnya dengan penuh bahagia, karena tanggal 17 Agustus adalah tanggal sakral dan penuh sejarah bagi Bangsa Indonesia. Sebagai hari kemerdekaan Bangsa Indonesia dari penjajahan yang terjadi berabad – abad lamanya.

Begitu pula yang di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Malang. Upacara dilaksanakan begitu khitmad, Tampak barisan paskibra yang siap mengibarkan Sang Saka Merah Putih agar terus berkibar di langit Indonesia. Sebagai lambang kemerdekaan Indonesia terhadap penjajahan. Berdiri kokoh diatas tiang, Berkibar tiada henti.

“ Allahu Akbar… Allahu Akbar…. Allahu Akbar…. Merdeka… Merdeka… Merdeka..”

seru Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah DR.KH Muh. Ajir Abdi Moenip Lc.MA

Kemerdekaan Bangsa ini tidak lepas dari peran ulama yang ikut andil memperjuangkan kemerdekaan dari tangan para penjajah, disana ada Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanuddin dll. Takbir yang dikumandangkan oleh Bung Tomo menandakan kuatnya iman seorang pemimpin. Jendral Sudirman yang terkenal dengan taktik perang Gerilya itu juga seorang ulama yang taat kepada Allah SWT.

Hendaknya kita jangan sampai lupa terhadap sejarah. Salah satu syarat berdirinya negara adalah adanya pengakuan dari negara lain. Mesir adalah Negara pertama yang mengakui kemerdekaan negara Indonesia  Secara resmi pemerintah Mesir mengakui kedaulatan pemerintah RI atas Indonesia pada 22 Maret 1946. Hasan AL-Banna seorang ulama bersar mendesak Pemerintahan Mesir untuk mebuat pernyataan untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Agar umat muslim mendapatkan kebebsan. Hasan Al-Banna adalah tokoh pembaharuan islam yang sangat terkenal. Beliau adalah pendiri “ IKHWANUL MUSLIMIN ‘ dan beliau sangat berperang besar untuk Indonesia.

Setelah mendapat pengakuan dari Mesir kemudian disusul oleh Suriah 3 Juli 1947, Lebanon & Irak 9 Juli 1947

– Liga Arab secara resmi keputusan sidang Dewan Liga Arab tanggal 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang berdaulat.
Alasan Liga Arab memberikan dukungan kepada Indonesia merdeka didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan serta kekeluargaan.

Sedangkan dukungan Palestina justru setahun sebelum proklamasi, ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini (mufti besar Palestina). Pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan ‘ucapan selamat’ beliau ke seluruh dunia Islam, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia

 

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.