Laporan Tes Kenaikan Bantara Ambalan Pattimura di Coban Jahe

IMG_9876
Para peserta ujian kenaikan tingkat ; istirahat setelah perjalan jauh.

                Dua hari satu malam di Coban Jahe Tumpang, Malang, Jawa Timur; itulah yang dirasakan oleh kedua ambalan Pattimura di bawah pimpinan Kak Shobry dan Kak Nizam. Perkemahan ini bertujuan menguji kekuatan para pembina penggalang tersebut, baik jasmani maupun rohani, guna kenaikan pangkat ke tingkat Bantara. Maka tidak bisa dipungkiri lagi, kedua ambalan Pattimura harus beradaptasi dengan cuaca yang saat itu sedang tidak bersahabat.

                Sabtu (19/03) pukul 08.00 para kakanda penegak berangkat sesuai dengan sanggahnya menggunakan transportasi masing masing. Setelah perjalanan puluhan kilometer, bukan istirahat yang mereka dapatkan, namun sebuah breafing dan persiapan untuk perjalanan dan pendakian menuju Coban Kodok dan Coban Langit.

                Perjalanan dimulai setelah makan dan Sholat Dhuhur dengan dipimpin Kak Pandu dan Kak Syaiful selaku Ketua dan Wakil Koordinator Pramuka PPDU. Namun setelah perjalanan yang melelahkan, langit mulai menghamparkan awan colomonimbusnya dan bersiap menurunkan hujan.

IMG_9875
Kak Syaiful (kiri) memberi komando kepada salah satu peserta ujian.

                Ketika ambalan sampai di Coban Katak, cuaca menjadi musuh bagi mereka. Deras dan dinginnya terpaan air hujan membekukan suasana dan menyebabkan para kakanda penegak harus membatalkan perjalanannya menuju Coban Langit.

                Tak berhenti disitu, perjuangan – baca: penderitaan – mereka masih berlanjut. Malam harinya mereka hanya bertemankan siluet cahaya bulan yang ada di sungai tanpa ada listrik dan lampu yang dapat menerangi bumi perkemahan. Istirahat tidak berlansung lama, karena setelah tes fisik yang dilakukan siang tadi masih ada tes mental. Tes ini dilakukan secara pribadi, dengan berbekal lilin yang berada di jalan setapak. Mereka harus mencari biodata pahlawan di taman makam pahlawan.

                Fajar menyingsing dan seluruh tes telah behasil dilewati. Tes telah selesai,beberapa kakanda beristirahat dan ada yang melakukan kegiatan pribadi. Ada yang menyuju ke sungai, ada yang menikmati riaknya, dan ada yang membesihkan peralatan serta perlengkapan. Tak lama kemudian, perkemahan ini ditutup dengan jelajah dan kakanda penegak kembali ke aktivitas sehari-harinya di pondok sebagai santri.

Penulis  : Waznin A. Almuzakky

Editor    : Light

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.