Simulasi Debat Kepresidenan

PPDU -12/10/18. Santri Daarul Ukhuwwah sekali lagi dilatih untuk lebih baik lagi. Jum’at malam, bagian penggerak bahasa pusat mengadakan acara yang bernama “Simulasi Debat Capres-Cawapres”. Bertepatan dengan acara pidato yang seharusnya dilaksanakan, acara ini dapat melatih santri untuk lebih terbuka lagi pemikirannya dalam menyampaikan apa yang ada di dalam otak mereka.

Dengan antusias, para santri mengikuti acara ini. Walaupun terjadi sedikit kegaduhan, namun acara ini akhirnya terlaksanakan sesuai rencana. Mengambil tema “permasalahan negeri” dengan memusatkan pandangan terhadap pendidikan, para pembicara diharuskan menyampaikan pendapatnya didepan seluruh santri.

Terdapat dua kubu dalam acara ini. Kubu pertama diketuai oleh Rahmat Satya Budiman, dan yang kedua diketuai oleh azmi ashidqi. Dalam menyampaikan pendapat, setiap kubu diharuskan memberikan pandangan mereka tentang permasalahan yang dihadapkan didepan mereka. Acara ini berakhir dengan tenang tanpa adanya permusuhan diantara kedua kubu.

“Innamal a’malu binniyah, wa innama likullimri’in ma nawa” itulah petikan hadits Rasulullah SAW yang dikutip oleh moderator dalam kesimpulannya di acara ini. Dimana setiap masalah, setiap harapan, setiap apapun yang kita inginkan dan tidak kita inginkan, pasti terjadi sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Ingin Indonesia maju? rakyatnya yang harus berpikir maju. Ingin cerdas? Berpikirlah cerdas! Itulah kesimpulan dari acara “Simulasi Debat Capres-Cawapres” pada kali ini.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.