Karantina Al-Quran

Senin, 16/04/19.  Ashabur rashibin atau yang berarti orang-orang yang gagal, telah menyelesaikan karantina al-qurannya. Sejak sepekan yang lalu, mereka menjalani karantina disebabkan ketidaklulusan mereka dalam ujian al-quran sebelumnya.

Karantina Al-Quran ini diadakan lantaran ketidakmampuan santri atas kebijakan baru yang dibuat oleh pimpinan pondok. Dikatakan sebelumnya bahwa syarat keikutsertaan santri dalam ujian akhir semester adalah kelulusannya dalam ujian al-quran 2 juz (30&29).

Tercatat sebanyak 58 santri ditetapkan tidak lulus ujian, mulai kelas 1 sampai kelas 5. kemudian sebanyak 7 santri telah meninggalkan balai pendidikan pondok dengan sendirinya di tengah-tengah kegiatan karantina. Sehingga menyisakan 51 santri yang terus berjuang hingga akhir.

kegiatan ini pun menjadi salah satu bukti bahwa pondok ini lebih memprioritaskan hafalan qurannya dari pada akademik ataupun yang lainnya. bagaimana tidak, para peserta karantina dituntut untuk membaca Al-quran kurang lebih dari 10 jam perharinya, dimulai dari ba’da shubuh hingga ba’da isya’ diselingi dengan istirahat pada waktu tertentu. Selama masa karantina mereka tidak mengikuti acara pondok yang lainseperti sekolah,belajar malam,muhadharah ,dll.

“Kami masih belum bisa menentukan diadakannya karantina untuk kedepannya. Tapi yang jelas in shaa allah untuk tahun depan kami akan berusaha memperbaiki system tahfidz para santri untuk meminimalisir banyaknya jumah ashabur rashibin”. Ujar ustadz habib selaku salah satu anggota tim Al-Quran PPDU.

Kini para ashabur rashibin sedang menjalini ujian Al-Quran untuk yang kedua kalinya. Harapannya agar seluruh ashabur rashibin dapat lulus pada ujian yang kedua. dan agar Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah dapat menjadi lebih baik di bidang Al-Qurannya.

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.