Camp Of Brotherhood

Senin sampai dengan Kamis (27 Maret-30 Maret 2017) para santri berjuang dan belajar di medan yang berbeda. Seperti yang telah disepakati sebelumnya, pada 4 hari itu diadakan Kemah Pesantren 2017 di Lumajang tepatnya di wisata Wonotirto Umbulan Njarit. Kemah Pesantren merupakan kegiatan tahunan yang paling bergengsi dimana para santri diuji mulai dari mental, fisik, rohani, dan jasmani. Di medan kemah pesantren 2017 para santri juga diberi materi Water Rescue dari kakak TAGANA (Taruna Siaga Bencana).

Dengan membawa tema Camp Of Brotherhood (kemah unuk persaudaraan), seluruh acara dan kegiatan berjalan dengan lancar. Seperti biasa kegiatan ini dibuka dengan Upacara Pembukaan yang dibina langsung oleh kak Setija Winarko selaku pembina tertinggi Persiapan Gugus Depan Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah. Disamping itu setiap malam para letnan (sebutan kakak panitia waktu itu) bersama kakak pembina juga melakukan evaluasi guna menyukseskan acara tahunan ini.

Kegiatan ini ditutup dengan long march yang dimulai dari bumi perkemahan menuju bumi perkemahan lalu menuju Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Tahfidz Al Qur’an yang dimana pimpinan pondok memberi taujih, menceritakan asal muasal pondok dan memperkenalkan sanak keluarga yang berada di area sekitar pondok. Lalu berangkat lagi menuju aliran lahar semeru Besuk dan melewati  jalur lintas selatan hingga kemudian tiba di finish yaitu pantai Mbambang.

Laporan Perjalanan

            Sebagian dari panitia di hari jum’at (24/3) telah berangkat ke Lumajang guna memantapkan persiapan dan mempersiapkan bumi perkemahan serta melakukan survei untuk long march. Mereka berangkat pukul 09.00 WIB menggunakan truk barang bersama sebagian peralatan kelompok milik santri. Sementara panitia di pondok menyeleksi pentas seni yang nantinya akan ditampilkan saat api unggun.

            Sebelum para santri berangkat mereka bermalam di masjid utama guna mematangkan seluruh persiapan santri dan panitia. Lalu dipagi hari mereka menunaikan sholat tahajud dan sholat shubuh serta pembacaan ma’shurot berjamaah. Pukul 05.30 WIB para santri berangkat menggunakan truk tentara batalyon Bek Ang untuk menempuh perjalanan Malang – Lumajang.

Setelah sampai di Medan kemah pesantren 2017 kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh kak Maulana Akbar santri kelas 5. Selesai upacara santri sarapan pagi sambil mendengarkan pembacaan peraturan kemah pesantren 2017. Setelah itu para santri mendirikan tenda dan beradaptasi dengan alam sekitar serta sholat Dhuhur dan Ashar jama’ qoshor taqdim. Di sore harinya mereka senam nyantai bersama para kakak panitia serta mencoba sensasi di kolam umbulan Njarit.  Ketika matahari terbenam, para santri  menunaikan sholat Maghrib dan Isya’ jama’ qoshor taqdim lalu dilanjutkan dengan acara pentas seni dari dua kingdom (kumpulan beberapa kelompok).

Pukul 03.00 WIB hari kedua, para santri bangun serta menunaikan sholat tahajud berjamaah di lapangan utama yang dilanjutkan dengan sholat shubuh dan membaca ma’shurot bersama. Kegiatan dilanjutkan dengan sarapan pagi guna mengisi tenaga untuk senam pagi dan pemberian materi Water Rescue oleh tim TAGANA Malang serta prakteknya yang berlansung hingga sore hari dengan satu kali breaktime  guna sholat dan makan siang. Selain memberi materi, tim TAGANA juga memberikan game air sebagai wujud dari simulasi penyelamatan korban bencana. Di malam harinya para santri memeriahkan api unggun dengan adu yel yel serta motivasi tentang ukhuwwah yang merupakan tema utama kemah pesantren 2017.

Pukul 02.30 WIB hari ketiga, para santri bangun guna mempersiapkan perang air. Perang air dibagi dua kubu, yang satu memakai baju mukhoyyam dan yang lainnya menggunakan baju pramuka. Peperangan berlangsung hingga shubuh tiba dan dilanjutkan dengan membaca ma’shurot serta menyiapkan sarapan pagi lalu senam bersama. Acara lalu dilanjutkan dengan lomba-lomba yang disiapkan panitia di arena berair medan kemah pesantren 2017 yang berlangsung hingga sore hari. Kegiatan lalu dilanjutkan dengan bersih bersih di area bumi perkemahan dan sekitarnya. Hingga tiba malam hari, para santri mengemas seluruh perlengkapan dikarenakan saat long march panitia tidak mengizinkan santri membawa barang barang yang berat. Sebelum tidur para santri menunaikan sholat Tahajud dan Witir diawal waktu.

Pukul 03.00 WIB hari terakhir, para santri membongkar tenda dan mengemas seluruh barang karena setelah long march  santri langsung pulang ke pondok. Hingga fajar terbit, seluruh santri merapat ke lapangan guna menunaikan sholat shubuh berjamaah, membaca ma’shurot dan breafing sebelum long march. Sebelum berangkat, kakak pembina sekali lagi menyuruh ketua kelompok kembali ke bumi perkemahan guna mengecek adakah barang barang yang masih berserakan atau tertinggal. Long march dimulai pukul 05.30 dan berangkat menuju Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Lit Tahfidz Al Qur’an guna melakukan sarapan pagi dan mendengar ceramah pimpinan pondok. Lalu melewati jalan setapak menuju Aliran Lahar Semeru Besuk dengan pemandangan yang sungguh menakjubkan. Sebelum mencapai jalur lintas selatan para santri harus menyebrang di Aliran lahar yang memiliki arus cukup besar menggunakan tali yang telah disiapkan panitia. Setelah itu para santri meneruskan perjalanan dengan menyusuri jalur lintas selatan hingga mencapai di pantai Mbambang. Setibanya santri di finish pukul 13.00, mereka menunaikan sholat Dhuhur dan Ashar jama qashar taqdim serta makan siang yang telah disiapkan panitia.

Setelah semua urusan selesai, mereka bergegas pulang ke pondok menggunakan truk tentara dan tiba di pondok ketika adzan maghrib. Seusai maghrib, seluruh santri makan malam besar bersama kelompok dengan lauk ayam yang masih utuh. Sembari makan, panitia mengumumkan kepada para santri bahwa seluruh santri yang berdomisili jawa timur diperbolehkan pulang guna menyelesaikan urusan yang berhubungan dengan mukhoyyam.

 

persiapan sebelum berangkat

 

Upacara pembukaan saat pertama sampai tempat perkemahan

 

Pelatihan dari tim TAGANA

Pentas seni

 

Perang air saat tengah malam

 

Formasi berbaris KP17 (Kemah Pesantren 2017)

 

Para santri diajak menyelesaikan permainan-permainan air

 

Berjalan menuju pondok PPDU Lumajang sebelum mlakukan long march

 

Pimpinan Pondok KH. Dr. Muhammad Ajir Abdi Moenip Lc.MA memberikan semangat juang dan menceritakan keluarga yang berada di Lumajang

 

Rute long march yang berliku-liku

 

Penulis : Waznin A. Almuzakky

Editing : Krisna Agusti

Comments

  1. Achmad Taufik

    Woow… Keren PPDU..
    Ini kegiatan yg penuh tantangan dan disenangi para santri….
    Betul betul disiapkan santri PPDU sbg Ulama Pejuang yang Tangguh..!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *