CLR (Central Language Recognization) Bangkit kembali

6/10/2017), Siangnya di ponpes Daarul Ukhuwwah telah dilaksanakan pembukaan klub bahasa atau yang bernama CLR. Acara pembukaan ini dihadiri oleh para santri dari kelas 1-4 dan bagian bahasa pusat. Bertempatan di dalam lapangan futsal Daarul Ukhuwwah.

Acara dibuka dengan pembukaan yang dibawakan para MC, yaitu saudara Muhammad Chaidar Farras Irhamni dan Muhammad Naufal Abdul Quddus yang merupakan santri kelas 4. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat – ayat suci Al-qur’an yang begitu indah dari saudara Daafa Izza santri kelas 2. Disambung dengan  sambutan dari ketua bagian bahasa pusat Muhammad Farhan Hanif santri kelas 6, selanjutnya yang merupakan sesi kebanggaan, yaitu pidato kolaborasi tiga bahasa yang disampaikan oleh Rahmat Satya Budiman (bahasa Indonesia), Ahmad Fasih Al-Ayyubi (bahasa Arab), dan Azmi Ash-Shidqi (bahasa Inggris). Sesi inti yaitu pengenalan dan pembukaan CLR yang dibawakan langsung oleh ketua CLR Muhammad Husamuddin dan Muhammad Thoriq Aziz keduanya santri kelas 4 (empat), terakhir, acara ini ditutup dengan do’a yang begitu khidmat.

“Alhamdulillah acara berjalan lancar, walaupun sebenarnya pesiapan kami sangatlah singkat.” kata salah satu panitia panitia acara.

CLR sendiri, menurut penuturan ketua CLR, merupakan klub yang terbentuk dari hasil jerih payah santri itu sendiri untuk mengembangkan kemampuan bahasa para santri. Dengan lika–liku yang cukup panjang akhirnya klub ini terbentuk dan telah bejalan selama satu semester. Dengan harapan, para santri yang memiliki keinginan untuk belajar diluar negeri seperti di Jepang, mereka dapat belajar dan berinteraksi dengan warga asli dengan mudah sekaligus mendakwakan agama islam dengan mudah dan lebih teratur. CLR mempelajari tiga bahasa, yaitu Inggris, Arab, dan Jepang.

CLR dipimpin oleh Muhammad Husamudin, dan diwakili Imad Aqil, dengan sekretaris dan bendahara, Faris Abdul Hafiz dan Naufal Azmi Izzuddin.Dalam perkembangannya, CLR pernah melaksanakan sebuah lomba bahasa. Perlombaan ini mencakup lomba pidato, puisi, cerpen, dan artikel.

Menurut Muhammad Thariq Aziz sebagai pembicara, bahasa merupakan hal yang paling penting dalam kemasyarakatan, kepemimpinan, dan juga persebaran dakwah. Seorang pemimpin bisa memimpin anggotanya dikarenakan kata- kata, dan seorang ulama bisa menyampaikan ilmunya dengan baik karena kata–kata.

Acara ini sendiri diadakan dalam rangka menutupi kekosongan muhadhoroh yang terjadi dikarenakan para santri kelas 5 dan 6 yang merupakan Pembina muhadhoroh.

 

Penulis: Anis Fajar Fakhruddin dan Izdihar Alfiansyah.

Editor  : Krisna Agusti, S.Pd

 

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.