KHUTBATUL ARSY BABAK II

الاسلام يعلو و لا يعلي عليه

‘’islam itu tinggi dan tidak ada yang merendahkannya ‘’

Kalimat tersebut telah menggugah hati kami untuk terus menjunjung tinggi derajat agama islam di muka bumi ini, dengan jelas, ringkas, dan runtut pimpinan pondok pesantren Daarul Ukhuwwah (PPDU), KH.DR. Muhammad Ajir Abdi Munif LC. MA, menjabarkan sejarah didirikannya Pondok Islam pertama kali di Negeri kita yang tercinta ini.

             Tak kenal maka tak sayang, oleh karena itu jangan benci dahulu terhadap pondok sebelum mengenalnya lebih dalam. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang memiliki 3 unsur penting yang harus ada :

  • Ø Kyai atau pengasuh sebagai sentral figur yang tinggal di dalam kompleks pondok.
  • Ø Masjid sebagai pusat kegiatan.
  • Ø Santri yang tinggal di asrama.

Pondok pesantren lebih mengutamakan pendidikan akhlak islami dari pada ilmu ilmu islam, karena orang yang berilmu bila tidak beradab atau berakhlak maka sama saja BOHONG.  Pondok pesantren juga memiliki tujuan untuk mengedepankan qudwah hasanah sebagai pillar utama dalam pendidikan dan pengajaran serta sebagai salah satu medan untuk mempersiapkan kader kader ummat yang akan memperjuangkan islam.

Ternyata pondok meiliki jiwa yang jumlahnya ada Panca,antara lain:

v KEIKHLASAN

v KESEDERHANAAN

v BERDIKARI

v UKHUWWAH ISLAMIAH

v KEBEBASAN.

 

1.Keikhlasan adalah syarat utama diterima suatu amalan oleh Allah dan itu merupakan meniatkan seluruh amalan hanya untuk Allah swt. Ia merupakan benteng yang kokoh untuk melawan godaan syaithan . Jika ingin mudah menanamkan jiwa yang ikhlas , maka :

v Jangan minta jasa tapi berjasalah.

v Tidak sombong ketika dipuji tapi tidak merasa terhina ketika dicela.

v Berkorbanlah jangan meminta korban, memberilah jangan minta diberi.

v Niat karena Allah swt, bekerja karena Allah, berharap karena Allah, dan pasrah terhadap Allah.

v Hidup hanya sekali maka hiduplah yang berarti.

 

Adapun ciri ciri orang ikhlas sebagai berikut :

  • Bersungguh sungguh diposisi apa saja.
  • Tidak suka pamer.
  • Takut amalnya diketahui orang lain.
  • Selalu ingin meningkatkan amalnya
  • Menjaga amanah yang dibebankan dengan baik.

 

2. Kesederhanaan bukan berarti miskin, ataupun berpakaian compang camping dan tidak bersih, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan , juga bisa diartikan tidak berlebih lebihan dalam sesuatu. Karena kesederhanaan merupakan cermin kehidupan Rasullulah dan Allah suka kepada keindahan.

3. berdikari merupakan kunci dari kesuksesan dalam segala hal, itu bukan berarti individualistik dan egoistik, tetapi memang mandiri dalam kepribadian masing masing. Oleh karena itu :

  • Jangan menjadi seperti benalu.
  • Lebih baik menjadi kepala ikan teri dari pada menjadi ekor ular.
  • Menjadi pegawai boleh, tetapi bermental pegawai JANGAN.
  • Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup MATI SAJA.

 

4. Ukhuwwah Islamiyah berarti mu’min dengan mu’min yang lain bersaudara

اي كما قال الله تعا لي : ا نما المؤمنون اخوة

Puncak Ukhuwwah adalah itsar ( mendahulukan orang lain ) dan yang paling rendah adalah lapang dada, berarti tidak ada yang merasa bahwa dirinya paling hebat dan kuncinya adalah Ta’aruf, tafahum, dan takaful.

Adapun cara agar mempererat tali Ukhuwwah islamiyah :

  • Jangan saling menyakiti
  • Jangan saling menghina
  • Jangan saling merendahkan
  • Jangan berbantah bantahan
  • Jangan tidak bertegur sapa.

5. kebebasan dalam arti menghamba kepada Allah yang di bingkai dengan syari’at islam yakni ketaatan dengan aturan aturan pondok, bukan berarti menyeleweng dari garis pahala.

 

PINJAT JAM'I MENCEGAH RASA KANTUK

PINJAT JAM’I MENCEGAH RASA KANTUK

SANTRI PPDU PUTRA

SANTRI PPDU PUTRA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *