Lomba Baca Kitab Kuning Jawa Timur 2016

Mengabadikan momen di dalam Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya; dari kiri : Emir, Dhani, Ust. Jufrih, Dhiya’

Sabtu, 16 April 2016 lalu wakil PonPes Daarul Ukhuwwah mengikuti Lomba Baca Kitab Kuning se Jawa Timur. Lomba tersebut terletak di Kantor DPW PKS Jawa Timur, tidak jauh dari Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Berangkat dari malam hari Jum’at dengan didampingi oleh Ust. Dian Ahmad Jufrih dan menginap di sebuah kantor Ship Design tidak jauh dari tempat lomba.

Terdiri dari 119 peserta dari berbagai pondok pesantren di Jawa Timur mengadiri perlombaan, 5 santri dari PonPes Daarul Ukhuwwah Malang. Sementara untuk kitab yang dibaca adalah Kitab Fathul Mu’in, sebuah kitab fiqih madzhab Syafi’i karya Syeikh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibary.

Pukul 09.00 WIB, acara dibuka oleh ketua DPW PKS, Sam Arif H.S. Diantara sambutannya, beliau menyatakan, “Maksud kami mengadakan lomba ini adalah memberikan fasilitas bagi santri-santri yang berprestasi, juga sebagai apresiasi agar semangat belajar agama Islam meningkat”.

Perlombaan dimulai menjelang Dhuhur dengan babak penyisihan. peserta dibagi menjadi 3 kelompok dan diambil 2 peserta terbaik untuk masuk final hari itu juga.

Perlombaan berupa membaca teks acak berbahasa Arab, mengartikannya, dan menjawab beberapa soal dari panitia mengenai teks yang dibaca. Peserta dipanggil satu-persatu.

Menjelang sore hari, pengumuman 6 peserta yang lolos ke babak final. Hasilnya, tim PPDU belum sukses melanjutkan langkahnya. “Ya… kita kan belum pernah selesai baca kitab itu, sementara yg lain kayaknya udah hapal, pal… :D” Komentar R.R.A. Ramdhani, salah satu peserta asal PPDU setelah mengetahui hasil babak penyisihan.

Karena takut pulang terlalu malam, tim PPDU pun pulang tanpa sempat menonton final yang menentukan tiket final ke Jakarta dan hadiah yang luar biasa. pada tingkat provinsi Jawa Timur saja juara pertamanya — yang baru kami tahu juaranya santri dari Daarul Ulum Magetan — mendapat uang perghargaan Rp 10 jt.

Sementara Kyai PPDU M. Ajir Abdi Moenip, Lc. M.A. setelah mendapat kabar santrinya tersebut berkomentar, “لا بأسَ، تكون تجربة لكم” (Tak apa, itu bisa jadi pengalaman antum semua).

Emir Sabriandaimani, santri kelas 5 PPDU asal Lumajang.
Jpeg
Romza Rifan Agung Ramdhani, santri kelas 5 PPDU asal Lumajang.
M. Dhiyaul Haq, santri kelas 5 PPDU asal Blitar.

Penulis   : Muhamad Dhiyaul Haq

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.