Mencetak Singa Podium

Pembukaan Muhadharah telah dibuka beberapa hari lalu pada jum’at malam (2/2/2018). Acara dibuka dengan lomba pidato antar  santri yang dilaksanakan setelah shalat isyak di masjid sementara (lapangan futsal). Panitia sudah mempersiapkan tempat sedemikian rupa sehingga acara berlangsung meriah.

Acara tersebut bertujuan untuk mencetak Singa Panggung, yaitu dimana kita dapat merubah dunia melalui ucapan kita, melawan musuh-musuh islam dengan ucapan kita. Begitulah yang disampaikan oleh panitia ketika memberikan sambutan acara. Lomba pidato tersebut mengambil 4 kategori penggunaan bahasa, yaitu bahasa Arab, Inggir, Indonesia dan bahasa daerah. Kenapa bahasa daerah dimaksukkan lomba padahal bahasa daerah dilarang digunakan di PPDU. Karena hal tersebut untuk melatin kemampuan berdakwan santri menggunakan bahasa daerah yang nantikan mau tidak mau akan digunakan ketika pulang ke kampung halaman masing-masing.

Dari lomba ini juga memberikan kejutan kepada para santri dan asatidz yang datang kala itu. beberapa santri yang dianggap pendam di kelas ternyata mampu untuk menarik perhatian penonton saat tampil di podium. Sebut saja IAA, anak tersebut tampil di akhir dan menjadi penampilan paling menarik penonton, sampai menjadi juari pada kategori pidato bahasa Arab.

Sambutan Pembina Lomba

 

sambutan ketua panitia

 

 

SUASANA PERLOMBAAN

 

 

pemenang lomba berbagai kategori (bahasa Arab-daerah-Indonesia-Inggris)

 

 

foto bersama panitia, dan para pemenang

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.