RAIH JUARA 2 DAN 3 PADA KOMPETISI PERDANA

Untuk memotivasi seseorang dalam suatu bidang tertentu sangatlah perlu agar apa yang dilakukan menjadi lebih maksimal. Salah satu cara memotivasi yaitu dengan mengompetisikan kegiatan tersebut. Dengan begitu, kegiatan yang biasanya dilakukan biasa-biasa saja akan menjadi semakin serius dan penuh kerja keras. Namun dalam suatu kompetisi, hanya ada satu orang atau regu yang akan terpilih sebagai yang terbaik, dan untuk jadi yang terbaik dalam ajang kompetisi biasanya diperlukan pengalaman-pengalaman dalam kompetensi tersebut. Namun pandangan itu dapat ditepis oleh santri Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwan pada ajang KEJUARAAN AIRSOFTGUN BELA NEGARA TOURNAMENT 3 ON 3 PIALA KETUA MPR RI yang dilaksanakan di lapangan Rampal Malang kemarin, 28 Oktober 2017.

Beberapa santri Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah berhasil meraih juara dalam ajang tersebut meskipun ini pertamakalinya mereka mengikuti kompetisi tersebut. Awalnya pada minggu-minggu sebelumnya PPDU melaksanakan pelatihan airsoftgun saat latihan pramuka yang rutin dilaksanakan pada hari Sabtu. Pelatihan tersebut diberikan oleh Pak Sulot ayah dari santri kelas 3, Habib. Karena melihat antusias anak-anak saat pelatihan, pak Sulton menawarkan untuk mengikutkan mereka mengikuti kejuaraan tersebut yang akan dilaksanakan pada satu minggu kedepan.

Satu minggu sebelum kompetisi dimulai, para santri yang ingin ikut hanya mendapatkan kesempatan untuk latihan lagi sebanyak 2x pertemuan saja karena kegiatan  rutin pondok yang padat. Namun hal tersebut tidak melunturkan semangat dan keyakinan mereka tuk berjuang.

Saat hari pelaksanaan mereka bersama-sama berangkat ke lokasi dengan diantar para wali santri yang tidak berhalangan karena keterbatasan transportasi pondok. Saat kompetisi dimulai seluruh santri PPDU begitu antusias. Nampak saat mereka merancang strategi.

            Acara tersebut dihadiri langsung oleh ketua MPR RI Dr. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. belian menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk mencari bakat-bakat pembela negara. Kompetisi tersebut  menggunakan system gugur dan diikuti oleh 32 team yang siap saling lawan. Di fase 32 besar team Daarul Uhuwwah banyak yang kurang gemilang sehingga mengakibatkan banyak dari team Daarul Ukhuwwah banyak yang gugur, tapi semangat para santri pejuang tak pernah redup meskipun banyak team yang gugur. Team yang tersisah tak putus asa, mereka terus berjuang hingga 8 besar hingga akhirnya banyak dari team luar yang gugur karena kehebatan para santri yang tetap semangat sehingga team luar yang tersisah hanya 2 team. Inilah yang membuat pelatih Airsoftgun Daarul Ukhuwwah sangat takjub terhadap kemahiran para team Daarul Ukhuwwah.

Hinga di fase 4 besar yang tersisah dari Daarul Ukuwwah terdapat tiga team yang siap menuju semi final dan akhirnya di semi final ini team Daarul ukhuwwah gugur satu dan hingga akhir pertandinggan Daarul Ukhuwwah mendapat juara 3 dari team M. Aziz Ruhul, M. Wildan Izul Haq, M.Faiq Al-Hisyami, Sabran Al-Malik, Ahmad Zahran Azrein. Sedangkana juara dua 2 , dari team Habib  Abdullah Jihad, M. Haidar Baqir, M. Rizal.

Perestasi tersebut sangat di acungi jempol oleh pelatih Daarul ukhuwwah karena para pemain dari Daarul Ukhuwwah hanya berlatih dalam tiga kali pertemuan saja.“Mereka hanya berlatih tiga kali saja bisa menyabet 1 medali perak dan 1 medali perunggu, pokoknya Daarul Ukhuwwah keren” ujar pak Sulton, pelatih Airsoftgun Daarul Ukhuwwah. Dengan ini rencananya kegiatan Airsoftgun ini akan menjadi ekstrakulikuler di PPDU.

 

 

 Arahan oleh sang pelatih sebelum kompetisi dimulai

 

Salah satu team dari Daarul Ukhuwwah

 

 

Foto Bersama seluruh team Daarul Ukhuwwah
Ucapan selamat oeh ketua MPR RI kepada team santri Daarul Ukhuwwah

 

Penulis             : Maulana Iqbal

Editor              : Krisna Agusti, S.Pd.

 

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.