SEMANGAT BELAJAR “ UJIAN TULIS “

Malang, ujian tulis dilaksanakan secara serempak. Inilah ujian paling ketat yang pernah ada. Yang menihilkan upaya nyontek.

Kelas-kelas berubah formasi. Meja-meja diatur terbalik: posisi laci menghadap ke depan, sehingga tidak ada ruang buat santri untuk menyembunyikan sesuatu di dalam laci. Setiap ruangan diawasi oleh lima orang pengawas, terdiri dari guru dan santri kelas enam. Mereka berkeliling memperhatikan gerak-gerik santri selama ujian berlangsung.

Kalau sampai ada santri yang ketahuan nyontek langsung dinyatakan tidak naik kelas. Jadi percuma saja nyontek, karena risikonya adalah mengulang kelas di tahun berikutnya.

Posisi santri juga diatur sedemikian rupa, sehingga setiap peserta ujian tidak duduk berdekatan dengan teman sekelasnya. Satu ruangan diisi oleh 20-30 santri dari beberapa kelas yang berbeda. Sebelum memasuki ruangan, semua buku dan catatan harus diletakkan di luar. Hanya alat tulis yang boleh masuk ruangan.

Setiap hari, ada tiga mata pelajaran yang diuji dengan durasi 90 menit untuk masing-masing pelajaran.

Ujian di pondok tidak mengenal pilihan ganda sehingga strategi hitung kancing tidak berlaku di sini. Semua pertanyaan harus dijawab dalam bentuk esai. Soal dibuat oleh salah seorang guru yang penunjukannya dilakukan secara rahasia. Setiap santri menerima lembar soal dan lembar jawaban berbentuk kertas buram polos ukuran HVS.Kalau mau menambah kertas jawaban, tinggal angkat tangan, bisa minta sepuasnya. Beberapa pelajaran memang membutuhkan paparan panjang sehingga satu lembar sangat tidak cukup untuk menampung jawaban.

Semua harus butuh persiapan yang sungguh – sungguh. Seluruh santri belajar dengan semangat juang 45. Dengan pedoman” خير جليس فى الزمان كتاب “ sebaik – baik teman duduk adalah buku dan dengan niat “  طلب العلم للعبادة” menuntut ilmu untuk ibadah.

BELAJAR 1

QURTUBA DEAL

QORTUBA

QOHEERA

MAKKAH

MADINAH

ISLAMBUL

DAMASKUS

BAGHDAD

 

RIYADH

AL QUDS

ARAHAN

 

Ustad "  santri yang merasa tidak lengkap, harap ujian di depan kantor ...
Ustadz  ” santri yang merasa tidak lengkap, harap ujian di depan kantor … “

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.