SHALAT LIMA WAKTU PENGHAPUS DOSA

Sebagian dari kita mungkin pernah luput untuk tidak melaksanakan shalat lima waktu secara lengkap. Baik itu disengaja ataupun tidak. Kenapa kita merasa biasa saja saat meninggalkan shalat yang sudah jelas-jelas diwajibkan oleh Allah SWT tersebut? Mungkin salah satu alasan dari kita masih ada yang belum mengetahui salah satu manfaat shalat lima waktu tersebut.

Tahukah kita, dengan melaksanakan shalat lima waktu, maka dosa-dosa kita akan terhapus, yaitu dosa diantara shalat yang kita kerjakan dengan shalat sebelumnya. Pada pengajian rutin hari Rabu di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah yang dilaksanakan kemarin (23/8/2017). KH. Dr. Muhammad Ajir Abdi Moenip Lc.MA menyampaikankeutamaan shalat tersebut. Dijjelaskan satu hadis yang menunjukkan keutamaan tersebut. “Dari Abu HuroirohRadhiyallahu ‘Anhuberkata: Sesungguhnya beliau mendengar nabi Muhammad Sallallahu’alaihiwasallam bersabda; “Apa pendapat kalian jikalau di depan rumah salah satu diantara kalian mengalir sebuah sungai yang dimana kalian mandi di dalamnya sebanyak lima kali dalam sehari, masih adakah sisa kotoran yang menempel di tubuh kalian?”. Dia berkata; tidak akan tersisa suatu kotoran apapun di tubuh kami. Nabi berkata; “Maka seperti itulah shalat lima waktu dalam sehari yang Allah perintahkan kepada kalian, Allah akan menghapus dosa-dosa kita dalam sehari sebanyak lima kali.” (H.R. Bukhori dan Muslim).

Dari hasidt tersebut, sudah jelas sangat rugi apabila kita meninggalkan shalat lima waktu, karena dengan shalat lima waktu kita akan bersih dari dosa semapnjang hari. Namun, dosa yang seperti apakah yang akan terhapus oleh shalat lima waktu tersebut? KH. Dr. Muhammad Ajir Abdi Moenip Lc.MA menjelaskan bahwa dosa yang bisa dihapus langsung dengan melaksanakan shalat lima waktu adalah dosa-dosa yang dilakukan seseorang kepada Allah SWT, seperti tidak melaksanakan apa yang menjadi kewajiban seorang hamba kepada Allah, riya’ dan dosa-dosa kecilainnya yang berhubungan langsung dengan Allah.

Namun, ada dosa yang tidak bisa langsung diampuni hanya dengan shalat lima waktu saja.  Dosa tersebut adalah dosa-dosa yang berhubungan dengan sesama manusia, seperti halnya mencuri, ghiibah, mengejek, dll. Saah satu contoh yang diberikan beliau saat pengajian tersebut adlah ketika kita menemukan sandal lalu kita pakai, namun ternyata sandal tersebut mempunyai pemilik dan pemilik tersebut merasa tidak terima, sudah jelas dosa tersebut akan terus menempel pada kita sampai kita meminta mengembalikan barang orang tersebut dan meminta maaf. Apa jadinya jika kita memakai sandal atau benda orang lain tanpa izin untuk beribada? Yang tadinya setiap langkah kita mendapatkan pahala malah menjadi sebuah dosa-dosa yang semakin lama semakin menumpuk.

Kembali ke shalat lima waktu. Mari kita bersama-sama intropeksi diri masing-masing. Semoga kita terhindar dari perilaku yang menimbulkan dosa kepada Allah SWT dan dosa kepada sesama manusia, semoga kita bisa semakin rajin melaksanakan shalat lima waktu dengan tepat waktu agar shalat kita diterima, akan shalat kita berkualitas, agar kita selalu bersih dari dosa setiap hari.

 

 

 

 

 

Penyusun artikel: Ahmad Fathin Rabbani, Maulana Iqbal Ur-Rahman, Ust. Krisna Agust

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *