WISUDA PERDANA PPDU MALANG

Malang, 11 Maret 2017.  Rasa syukur teramat dalam terucap di setiap hati para asatidz, wali santri, dan santri-santri Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Malang. Mereka semua besyukur telah melaksanakan Wisuda perdana setelah 7 tahun pondok berdiri. Wisuda dilaksanakan di lapangan futsal, pukul 08.00 sampai 11.00 wib. Jumlah santri yang di wisuda sebanyak 19 santri dari 32 santri yang pertama masuk. Bukan angka yang sedikit jika dilihat dari segi angkatan pertama, angkatan yang merasakan begitu banyak pahit getirnya perjalanan pondok, yang merasakan begitu sederhananya dan keterbatasan pondok di masa awal-awal berdiri, di masa mereka menuntut ilmu.

Meskipun ini adalah Wisuda perdana, tapi keberlangsungan acara tersebut berlangsung meriah dan ramai. Wisuda tersebut dihadiri oleh seluruh badan wakaf, asatidh PPDU dan beberapa ustadzaat PPDU putri 2 dan 3, wali santri kelas 4,5,6, dan 7, dan seluruh santri PPDU.

“Kami juga mengundang wali santri kelas 4,5,6 karena  santri kelas 4,5,6 lah yang mendekati pada tahap Wisuda,” ujar ustadz Dian Ahmad Jufrih selaku ketua pelaksana Wisuda.

Pada acara Wisuda perdana tersebut, perwakilan dari wali santri angkatan pertama mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kesan-kesannnya selama memondokkan putranya di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah ini.

“Dulu ketika awal mondok, anak saya yang masih kecil dan manja, anak saya yakin bercita-cita menjadi pemain sepak bola jika saya tanya, tapi sekarang kalau saya tanya cita-citanya, anak saya menjawab jadi Da’i saja,” ucap perwakilan wali santri saat menyampaikan kesan di depan panggung Wisuda. Para hadirin spontan tertawa campur rasa haru.

Pimpinan Pondok KH. Dr. Muhammad Ajir Abdi Moenip Lc.MA mengaku, jika setelah mengajar selama 7 tahun lamanya tentu saja beliau mempunyai kenangan atas angkatan pertama, dan beliau mengatakan bahwa kenangan yang sangat beliau ingat adalah saat santri datang pertama kalinya masih kecil-kecil, lucu-lucu, dan sifat mereka masih manja. Namun mereka sangat bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan mengikuti kegiatan pondok. Mereka mempunyai rasa persaudaraan yang sangat kuat.

Disini Pimpinan Pondok KH. Dr. Muhammad Ajir Abdi Moenip Lc.MA telah melihat bibit calon ulama pejuang yang ada di dalam diri mereka. Ketika mereka mau diarahkan, insya Allah mereka akan menjadi kader ulama pejuang yang bermodalkan ilmu Islam dan bahasa Arab tentunya.

Tak lupa juga beliau menyampaikan beberapa hal pada Wisuda Perdana tersebut. “Jika menjadi dokter, jadilah dokter yang dalam ilmu agamanya, jika jadi presiden, jadilah presiden yang dalam ilmu agamanya,” pesan. KH. Dr Muhammad Ajir Abdi Moenip Lc.MA.

Sebelum acara inti, semua wisudawan maju ke atas panggung untuk membacakan hafalan ayat suci Al’qur’an secara bersama-sama. Setelah itu menuju acara inti, sambil menerima ijazah, jumlah hafalan Al-qur’an para santri juga disebutkan pada bagian ini. ini yang membuat para tamu bersorak gembira. Dari semua wisudawan, semuanya hafal Al-qur’an dengan jumlah juz yang tidak sedikit, karena sesedikitnya hanfalan Wisudawan adalah 13 Juz, ada juga banyak yang sudah hafal 30 Juz.

Bapak pimpinan juga berharap besar para lulusan pertama tersebut bisa meneruskan pendidikan sampai jenjang yang paling tinggi. Karena lulusan pertama inilah yang diharapkan menjadi penerus PPDU nantinya.

Sambutan pimpinan pondok, KH. Dr. Muhammad Ajir Abdi Moenip Lc.MA

 

Semua wisudawan naik panggung untuk membaca hafalan Al-qur’an

 

Penulis: Tim Publisher

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *