SHOPPING CART

close

Peran Seorang Guru

الطريقة اهم من المادة, والمدرس اهم من الطريقة, وروح المدرس اهم من المدرس نفسه

“At thariqah ahammu minal maddah, wal mudarris ahammu minat thariqah, war ruhul mudarris ahammu minal mudarris nafsihi.”

Metode itu lebih penting dari materi ajar, dan guru lebih penting dari metode, tetapi ruh (jiwa) seorang guru itu lebih penting dari guru itu sendiri

(Mahfudzot_KMI Gontor)

“Kunci sukses pendidikan generasi shahabat, ada pada diri Rasulullah sendiri”, demikian yang disampaikan Dr. Adian Husaini, mengutip salah satu kesimpulan disertasi Dr. Musaddad, yang berjudul Ma’allimut tarbiyah fi Syama’ilil Muhammadiyah (Konsep pendidikan dalam kitab Syama’ilil Muhammadiyah, karangan Imam At Tirmidzi)

Rasulullah sudah mendapat garansi ampunan dari Allah Swt, tetapi kualitas tahajud beliau dawam luar biasa. Ibunda A’isyah merangkum kualifikasi beliau dengan pernyataan, “kana khuluquhu al Qur’an”, akhlaq Rasulullah adalah Al Qur’an. Hal tersebut yang menjadi fondasi pencapaian dakwah beliau mem- futuh -kan jazirah Arab dalam kurun waktu 23 tahun saja, dimana berikutnya, hanya dalam tempo 5 tahun, generasi binaan beliau (para sahabat) melanjutkan dengan membebaskan Persia dan Syam dari Romawi

Kunci adanya guru yang hebat itu berlanjut, ada beberapa ‘ulama yang menjadi penasehat Shalahuddin al Ayyubi ; Al Hafidz ibnu Asakir, Al Hafidz As Silafi, Najmuddin Al Khubusyani, dan Ibnu Syaddad. Mereka semua adalah cucu murid dari Imam Al Ghazali, pelopor gerakan ishlahiyah (perbaikan), untuk mengatasi kemunduran umat, terutama berkenaan dengan ruhiyah, yang berlanjut dengan penjajahan pasukan Salib.

Adapun yang mendidik dan mendampingi Muhammad Al Fatih sedari kecil hingga menaklukkan Benteng Konstantinopel adalah seorang ‘ulama ahli tasawwuf yang menguasai matematika dan juga kedokteran, Syeikh Aaq Syamsuddin. Hasil didikan beliau nampak pada keshalehan Al Fatih yang tidak pernah meninggalkan sholat malam, sekaligus teguh menjalankan ide out of the box, ‘melayarkan’ kapal pasukan melalui bukit, menyasar titik terlemah benteng.

Daftarnya berlanjut, dibalik keteguhan pemuda dalam pertempuran 10 November 1945, ada Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari. Yang menempa santri dan masyarakat dengah zuhud, hingga berani melawan pemenang Perang Dunia ke-2 (Inggris), yg meng-invasi dengan senjata lengkap.

Sedangkan kesabaran pasukan gerilya melawan Agresi Militer Belanda, dipimpin oleh seorang yang pernah mengajar di Sekolah Muhammadiyah, Jenderal Besar Sudirman. Gerilya beliau menyatakan, “tentara Indonesia masih ada, kuat, dan menguasai wilayah”

Bagaimana dengan kualifikasi kita, para guru pejuang …

 

#Selamat hari guru

by: Ust. Syaiful Ali

Tags:

0 thoughts on “Peran Seorang Guru

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Info PSB? Chat with us