SHOPPING CART

close

Bekal Sebelum Ujian

 

Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah memiliki sebuah kegiatan rutin yang setidaknya diadakan dua kali dalam setahun. Kegiatan ini merupakan ujian kenaikan semester satu dan ujian kenaikan kelas. Bedanya dengan kebanyakan sekolah lain diluar sana, ujian yang diadakan di PPDU terdiri dari beberapa jenis; antara lain: ujian hafalan Al-Qur’an, ujian lisan, dan ujian tulis yang semuanya memiliki peran penting untuk menentukan kenaikan kelas seorang santri atau tidak.

Untuk menyambut masa-masa ujian ini dan sesuai kebiasaan yang berlaku, diadakanlah Taujihat Wal Irsyadat, atau bimbingan dan pengarahan bagi seluruh santri sebelum ujian dari pimpinan Pondok. Acara ini berlangsung pada hari Jum’at 03 Desember 2021 di masjid jami’ PPDU. Acara dimulai tepat pukul 07:30 WIB dan disambung dengan pembukaan dari MC dan lantunan tilawatul Qur’an. Selanjutnya adalah acara inti yaitu Taujihat Wal Irsyadat yang dibawakan pimpinan pondok K.H D.R Muh. Ajir Abdi Moenip Lc.MA.

Mula-mula beliau menjelaskan tentang konsep pendidikan di pondok ini dan alasan mengapa ujian akademik dibagi menjadi ujian lisan dan ujian tulis. “Ujian lisan diadakan untuk melatih mental para santri.”jelas beliau. Beliau juga menambahkan, bahwa ujian tulis di pondok ini tidak menganjurkan soal “multiple choice” atau soal pilihan ganda, karena soal semacam itu dianggap kurang efektif digunakan menjadi soal ujian. Mengapa? Karena bisa jadi ada santri yang belum belajar namun ia dapat menjawab soal dengan benar dengan cara “asal-asalan”.

Tak lupa juga, beliau memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh santri agar ikhlas mengahadapi ujian. Beliau menekankan bahwa ada satu hal yang harus dijunjung seluruh santri; yaitu kejujuran. Kejujuran dalam ujian merupakan hal yang sangat mahal—yang bilamana nilai jelek namun dikerjakan dengan penuh kejujuran lebih baik daripada nilai yang bagus namun karena mencontek. Tidak ada tawar-menawar jikalau ada santri yang ketahuan mencontek, maka konsekuensinya akan dikeluarkan dari ruang ujian dan mendapatkan nilai “shifr” alias nol di raport mata pelajaran tersebut.

Acara lalu dilanjutkan dengan arahan dan penjelasan dari Al-Ustadz Muslimin selaku ketua panitia ujian Syafahi atau ujian lisan dan Al-Ustadz Tony Hadi Kurniawan  selaku ketua panitia ujian Tahriry atau ujian tulis  yang membacakan peraturan dan sistematis ujian pada semester kali ini. Acara selesai dan ditutup dengan do’a dari Al-Ustadz Ahmad Rofiki, waktu menunjukkan pukul 10:00 WIB dan para santri dipersilahkan meninggalkan tempat untuk persiapan sholat Jum’at.

Tags:

0 thoughts on “Bekal Sebelum Ujian

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Info Pendaftaran? Chat with us