SHOPPING CART

close

Rihlah Istishodiyyah Siswa Akhir KMI, Baswara Generation

                 

                 PPDU– Santri PPDU manjalani masa studinya di pesantren selama enam tahun teruntuk jalur non taksifi, dimulai dari tingkat paling rendah yaitu kelas satu smp dan yang paling tinggi adalah kelas 3 Aliyah atau lebih biasa disebut kelas akhir. Ketika para santri telah memasuki jenjang kelas akhir, maka kegiatan yang akan dijalani akan semakin banyak, karena mereka tidak hanya menjalani kegiatan belajar mengajar di kelas, melainkan juga kegiatan khusus kelas enam, diantaranya: sebagai penguji ujian syafahi, amaliyah Tadris (praktek mengajar), fathul kutub, ujian niha’i dan syahadah Azhari, serta rihlah Istishodiyyah.

                 Khusus pada agenda rihlah Istishodiyyah, para siswa akhir pada tahun ini telah melaksanakannya di tanggal 18 – 20 Desember kemarin. Agenda di hari pertama rangkaian acara rihlah Istishodiyyah ini adalah berkunjung ke peternakan old city farm yang berada di Malang . di peternakan terdapat berbagai jenis kambing untuk keperluan kontes, meskipun begitu Pak Aziz, selaku bagian divisi populasi kambing di Peternakan Kaji Brewok ini tetap menjelaskan dari awal bagaimana mulanya peternakan kambing ini dibentuk. Mulai dari jatuh bangunnya, berbagai inovasi pengembangan produk, relasi, dan prinsip berwirausaha.

Setelah menuju Peternakan Old City Farmpara siswa akhir Baswara Generation melanjutkan rihlah menuju Janaka Cafe salah satu prodak yang yang dihasilkan oleh Kaji Brewok dengan Old City Farm selaku peternakan kambingnya. Di sana para santri diberikan wejangan tentang prinsip kewirausahaan seperti yang dilakukan sahabat Rasulullah, Abdurrahman bin Auf. Setelahnya dilanjutkan makan siang dengan menu andalan Janaka Cafe yaitu lalapan kambing goreng dan susu kambing pasteurisasi.

                Kemudian setelah sholat ashar perjalanan dilanjutkan menuju Pondok Pesantren Ihyaul Quran Nururrahman yang berlokasikan di Wagir, di situ para santri diberi wejangan tentang kerja dalam kehidupan oleh pengasuh ponpes yaitu Kiai Hadi. Selepas wejangan kami diajak menuju peternakan ikan lele milik santri Pondok Pesantren Ihyaul Quran Nururrahman sebagai bentuk kemandirian mereka dalam berwirausaha.

Acara rihlah dilanjutkan keesokan harinya dengan tujuan kediaman salah satuanggota Baswara Generationyang untuk beberapa waktu terakhir belum bisa mengikutiagenda pesantren dikarenakan jatuh sakit, dan para santri Baswara Generation menuju ke kediamannya untuk membesuk dan mensupport agar senantiasa diberikan kekuatan untuk bertahan dalam penyakit yang diderita.Kemudian perjalanan dilanjutkan menuju pantai Mutiara yang berlokasikan di Trenggalek dan berkemah di pantai tersebut selama satu malam. (Ras)

 

Tags:

0 thoughts on “Rihlah Istishodiyyah Siswa Akhir KMI, Baswara Generation

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Info Pendaftaran? Chat with us