SHOPPING CART

close

PEMBEKALAN PEMBANTU PEMBINA PRAMUKA

Foto Bersama Pembina Pramuka Kak Bing Tukirin 

Estafet waktu kian bergerak semakin cepat tanpa sempat manusia memandang kepadanya. Yang kuat akan melemah, yang pintar akan memudar, dan yang tegap akan membungkuk. Bahkan sebongkah lilin yang begitu membara menerangi seluruh ruangan tetaplah meleleh.

Semangat berpramuka sudah pasti tanggungjawab para pembina maupun senior-senior disetiap sekolah. Hidup tidaknya jiwa berpramuka pada masing-masing siswa merupakan sebuah pertaruhan penuh resiko, bukan hanya nasib kualitas individu saja, namun akan dibawa kemana dan oleh siapakah pramuka itu nantinya.

Sebuah langkah mantap guna mengantisipasi meredupnya api jiwa pramuka tersebit tercipta di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah pada Tanggal 6 Januari 2024. Hari itu , diadakanlah acara “pembekalan pembantu pembina”, yang dihadiri oleh seluruh kelas lima dengan pembicaranya yakni Drs. Bing Tukirin, bertempat di Aula Pesantren , acara tersebut dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga menjelang Dhuhur. Acara tersebut dibuka dengan sambutan Pembina Pramuka Daarul Ukhuwwah, Kak Muslimin S,Pd. kemudian materi utama oleh pembicara, dan dilanjutkan dengan sepatah dua kata dari Pembina senior pondok lainnya, yaitu Kak Setija Winarko S,S.

Dengan gaya bicara yang luwes dan tidak kaku, kemudian dibawakan dengan pembawaan yang penuh jenaka, Drs. Bing Tukirin atau biasa dipanggil Kak Bing sukses mengunci perhatian seluruh pesarta untuk menyimak materi yang berjudul “Daarul Ukhuwwah dalam memandang gerakan Pramuka” pun mudah dimengerti. Di tengah sesi materi, Kak Bing dengan penuh semangat mengajak seluruh peserta untuk menyanyikan lagu kepramukaan yang salah satunya berjudul ‘Aku Anak Muda’. Maka, pecahlah kemeriahan suasana acara pembekalan tersebut.

Salah satu materi pokok yang dijelaskan oleh Kak Bing adalah seputar indikator kecerdasan ala pramuka yang dibagi atas 4 tingkatan, tingakat pertama yaitu: cerdas ala binatin wali (bergerak penuh kepekaan), cerdah ala eseme Bupati (bergerak dengan isyarat), cerdas ala titinah mantri (bergerak pasca turunnya perintah), dan tingkat terakhir yakni cerdas ala Dupa’e sapi (bergerak usai mendapat hukuman atau amarah). Intinya, seorang pramuka haruslah peka terhadap sekitar, dan beraksi sesuai kebutuhan di masyarakat.

Pembekalan tak sampai di situ saja, setelah Kak Bing memberi beberapa kalimat penutup, Kak Bing ternyata mengajak seluruh peserta menuju lapangan takraw untuk mengadakan game yang terbagi atas delapan kelompok, pun saling berhadapan dalam dua macam game yang diberi nama: jembatan ilmu, dan mengawal intelektual bangsa.

Pada game jembatan ilmu setiap kelompok ditutup matanya menggunakan masker, dan diharuskan meniti jalan yang tersusun atas kardus bekas menuju sisi lain lapangan. Dengan salah satu perwakilan sebagai pemandu jalan. Mereka jatuh bangun mempertahankan barisan. Di ujung lapangan, mereka mendapat tugas menempel kolom berisi ilmu kepramukaan di atas secarik kertas.

Untuk game kedua, setiap kelompok diberi nampan berisi toples penuh air yang dibawa menggunakan kepala dalam formasi melingkar dan terdiri dari lima orang, menuju sisi lain lapangan. Di sana telah menunggu toples lain berisi bola yang harus ditumpahkan. Uring-urinagn terdengar dari kelompok yang tidak bisa menyeimbangkan toples, diiringi gelegar tawa dari seorang pesarta yang disiram beramai-ramai setelah game berakhir. “ Menyenangkan dan benar-benar menguji kekompakan.” Ujar salah satu peserta dengan senyum mengembang di wajah.

Acara pun ditutup dengan foto bersama Kak Bing di depan Masji Jami’ Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah. Keceriaan benar- benar menyelimuti para peserta pembekalan hari itu. Tak hanya mendapatkan teori kepramukaan saja, melainkan juga mempraktekannya dalam kehidupan yang diaplikasikan dengan baik dikedua game tersebut.

Pasca berakhirnya acara pembekalan, para peserta diharapkan mampu mengamalkan seluruh ilmu yang telah diberikan , baik dalam kegiatan membantu pembina pramuka maupun dilingkup bermasyarakat, supaya nilai-nilai luhur kepramukaan tetap terjaga, diamalkan sepenuh hati, serta dibawa dan di pertahankan oleh orang-orang berkualitas yang akan menghantarkannya kepada kegemilangan bangsa dimasa yang akan datang.

Berpramuka itu tidak hanya sebatas bermain di alam. Melainkan bagaimana cara berhubnungan sosial yang baik denagn sesama, menebar manfaat, serta menjaga hubungan dnegan Allah SWT.”

Drs. Bing Tukirin

 

Tags:

0 thoughts on “PEMBEKALAN PEMBANTU PEMBINA PRAMUKA

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Info Pendaftaran? Chat with us