SHOPPING CART

close

Menjadi Guru Berkualitas: Amaliyatut Tadris Santri Akhir di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah

                Pada sistem pendidikannya Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah menerapkan kurikulum yang sama diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor, yang secara harfiah berarti Sekolah Pendidikan Guru Islam, artinya secara tidak langsung disamping santri menimba ilmu selama terhitung enam atau empat tahun sesuai dengan ketetapan Pesantren, santri juga disiapkan untuk menjadi pengajar atau guru yang berorientasi pada nilai-nilai keislaman yang luhur. Melihat bahwasannya guru mempunyai peran yang sangat penting yaitu membimbing tingkah laku siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran karena guru selalu berusaha untuk  untuk selalu memperbaiki, menyempurnakan, serta mengarahkan peserta didik supaya dekat dengan Allah SWT.

                Oleh karena itu maka perlu dipersiapkan secara matang agar kelak para santri yang sekarang sedang belajar ini, kedepannya dapat menjadi guru atau pendidik yang dapat mengarahkan dan membimbing pesarta didiknya terhadap sebenar-benarnya ajaran islam. Sebagai dari bentuk persiapan tersebut adalah diselenggarakannya agenda ‘amaliyatut tadris atau acap kali dikenal dengan micro teaching. Di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah sendiri agenda ini telah berjalan dari awal angkatan pertama samapai angkatan tahun ini yaitu angkatan sembilan.

                Pada tiga hari ini (26 – 28/2) santri akhir sedang melaksanakan agenda ‘amaliyatut tadris, untuk mata pelajaran yang dijadikan sebagai bahan mengajar adalah pelajaran berbahasa arab dan bahasa inggris, adapun pelajaran berbahasa arab meliputi: nahwu, shorof, imla’, lughah al-‘arabiyyah, tafsir, hadist, sirah nabawiyyah, ushul fiqih, dan akidah tauhid. Secara teknis pelaksanaannya, para santri dibagi menjadi 11 kelompok yang terdiri dari 5 – 9 santri, kemudian mereka akan mengajar di kelas dan dengan mata pelajaran yang telah ditentukan sebelumnya di jam pelajaran ke-2 ataupun 4 atau pada jam pelajaran ke enam.

                Jauh sebelum para santri siswa akhir atau kelas enam ini melaksanakan ‘amaliyatut tadris mereka, para santri akhir ini diwajibkan untuk menyusus ‘i’dad tadris terlebih dahulu dengan meminta arahan kepada guru pengajar mata pelajaran yang bersangkutan perihal arahan bab yang akan diajarkan, dan berkonsultasi kepada musyrif atau pembimbing yang ada di masing-masing kelompok untuk proses revisi ‘i’dad tadris dan ditashih untuk kemudian para santri siap melakukan ‘amaliyatut tadris atau micro teaching ini. Harapannya semoga dangan diselenggrakannya ‘amaliyatut tadris ini dapat memberikan bekal kepada calon alaumni PPDU tahun ini untuk menjadi pengajar yang dapat membimbing para muridnya supaya lebih dekat kepada Allah dan menjadi penyambung (wasilah) keberkahan ilmu. Amin ya rabbal ‘alamin. (Ras)

 

 

 

Tags:

0 thoughts on “Menjadi Guru Berkualitas: Amaliyatut Tadris Santri Akhir di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Info Pendaftaran? Chat with us